Selasa, 07 Februari 2012

Contoh Zat Aditif Alami dan Buatan


ZAT ADITIF ALAMI DAN BUATAN PADA MAKANAN DAN MINUMAN

A.    PEWARNA 
Pewarna adalah bahan tambahan makanan/minuman yang dapat memperbaiki tampilan  agar terlihat lebih menarik.
  • Pewarna alami
NO
ZAT WARNA
WARNA YANG DIHASILKAN
BAHAN ALAMI
1
Antosianin
Oranye, merah, biru
Anggur, stoberi, apel, dan bit
2
Karotenoid
Kuning, merah, oranye
Wortel, tomat, cabai, minyak sawit, jagung, daun-daunan, ikan salmon
3
Klorofil
Hijau
Daun suji, dan daun pandan
4
Kurkumin
Kuning
Kunvit

Hambatan memakai pewarna alami :
·        Warna dari zat pewarna alami jumlahnya terbatas.
·        Sulit menemukan pewarna alami yang berwarna pink dan biru.
·        Sekarang orang lebih memilih hal yang praktis.

  •       Pewarna buatan
·        Tartrazin
·        Sunsetyellow FCF (untuk warna jingga)
·         Karmoisin              (untuk warna merah)
·        Brilliant blue FCF  (untuk warna biru)






B.    PEMANIS 
Bahan kimia pemanis adalah zat yang dapat menimbulkan rasa manis, sedangkan kalori yang dihasilkan jauh lebih rendah dan hampir tidak mempunyai nilai gizi.
  •   Pemanis alami
·        Gula putih
·        Gula merah
  •    Pemanis non nutritif
                   1.Non nutritif buatan, misalnya :
·        Sakarin             (kemanisannya 300 kali gula)
·        Siklamat           (kemanisannya 30 kali gula)
·        Aspartam         (kemanisannya 200 kali gula)
·        Sorbitol

 2. Non nutritif alami, misalnya :
·        Stesiovida dari tumbuhan Stevia Rebadiana (kemanisannya 300 kali gula)

·        Taumatin dari Thomatococcus danielli (kemanisannya 2000 kali gula), salah satu pemanis buatan yang dilarang penggunaannya adalah dulsin, karena dulsin dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan tumor dan juga mengotori sel darah merah.


C.     BUMBU PENYEDAP
Bumbu penyedap adalah bahan yang digunakan saat memasak untuk menambah cita rasa masakan.

  • Bumbu penyedap alami
Bumbu-bumbuhan, misalnya : cabai, laos, ketumbar, merica, pala, kunyit dan lain-lain.

  •  Bumbu penyedap buatan
·        MSG atau vetsin
Yaitu asam amino karbosilat yang diperlukan tubuh kita untuk pembentukan protein.
Bahaya : jika digunakan berlebihan akan menimbulkan penyakit bagi manusia.
·        Asam cuka
·        Benzaldehida
·        Amil asetat

D.    BAHAN PENGAWET
 Pengawet adalah bahan tambahan makanan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman, dan penguraian lain oleh mikroorganisme.

  •  Bahan pengawet alami
·        Garam                            (untuk pengawetan ikan)
·        Gula dan kapur               (untuk pembuatan manisan buah)
·        Garam, gula dan cuka      (untuk membuat asinan sayuran)
·        Batu es                            (untuk menyimpan makanan)

  •  Bahan pengawet buatan yang sering digunakan
1. Asam-asam organik, seperti :
·        Asam asesat
·        Asam propionat
·        Asam scorbat
·        Asam benzoat
2.   Asam-asam anorganik, seperti :
·        Senyawa sulfat
·        Senyawa nitrat
·        Senyawa nitrit
  •  Bahan pengawet yang tidak diperbolehkan
·        Boraks
Dalam pemakaian dengan dosis 5-10 gram dapat menimbulkan keracunan (muntah-muntah, diare, dan bahkan kematian) pada si pemakai.
·        Formalin
Formalin dilarang penggunaannya untuk pengawetan makanan, karena dapat menyebabkan penyakit kanker paru-paru, gagal ginjal, gangguan alat pencernaan, dan gangguan fungsi jantung.


E.     PENGENTAL 
Pengental yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampur dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu.
v Contoh pengental
·        Pati
·        Gelatin
·        Gum (agar, alginat, karagenan)

F.     PENGEMULSI 
Pengemulsi adalah zat yang dapat mempertahankan dispersi lemak dalam air dan sebaliknya, pada mayones bila tidak ada pengemulsi, maka lemak akan terpisah dari airnya.
Contoh pengemulsi
·        Lesitin pada kuning telur
·        Gom arab
·        Gliserin


G.    ANTIOKSIDAN
Contoh antioksidan
·        Butil Hidroksi Anisol      (BHA)
·        Butil Hidroksi Toluena    (BHT)
·        Tokeferon                      (vitamin E)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar